Entri Populer

Selasa, 08 Januari 2013

Analisis Jurnal


Judul artikel jurnal      :      
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JENIS MEDIASI ORANGTUA UNTUK TELEVISI : Studi Terhadap Orangtua Murid Empat Sekolah Unggulan Di Wilayah Jabotabek
Peneliti                        : Inaya Rakhmani
Abstrak
      Televisi memperoleh banyak kritik dari berbagai pihak. Menurut Brown, televisi memiliki penurunan standar budaya, memanipulasi perilaku politik dan sosial, dan mendukung konformitas.Untuk dapat menarik manfaat dan nilai isi televisi, dibutuhkan orang yang berpikir kritis. Anak-anak yang menonton acara di televisi tidak bisa memfilterasi isi acara apakah baik atau buruk, negatif atau positif. Perlunya kerjasama orangtua terhadap program acara televisi ini terutama untuk anak-anak. Mereka harus mendapatkan “pendidikan media” agar dapat membuat keputusan seperti apa program acara untuk anak-anak mereka.Kenyataannya, persaingan industri televise membuat pihak produksi siaran televise tidak memperhatikan lagi nilai positif dan manfaat acara yang disiarkan untuk anak-anak, melainkan untuk mendapatkan keuntungan iklan sebanyak-banyaknya. Untuk mencegah efek negative media massa khususnya televise diperlukan penelitian parental mediation atau mediasi orangtua. Mediasi menyediakan pilihan bagi orangtua untuk menangani bagaimana anaknya berpikir dan berperilaku dari menonton televise. Orangtua sebagai mediator isi televisi perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis sebagai bekal memediasi isi televisi dan ikut melindungi anak dari potensi efek televisi yang tidak mendukung sosialisasi yang diinginkan oleh orangtua.disini ingin melihat lebih jauh lagi seberapa kuat perbedaan ini mempengaruhi orangtua dalam memilih jenis mediasi. Variabel pertama adalah tingkat pendidikan formal orangtua : apakah benar pendidikan formal mempengaruhi pilihan jenis mediasi sebagaimana penelitian terdahulu di tempat yang berbeda. Yang kedua adalah apakah melek media sebagai studi yang baru muncul di negara-negara maju juga merupakan faktor yang berpengaruh. Yang ketiga, adalah apakah sikap orangtua terhadap televise yang dalam penelitian-penelitian di negara maju merupakan faktor yang hamper selalu mempengaruhi mediasi orangtua merupakan faktor yang berpengaruh bagi orangtua di Indonesia.

1.      Kerangka Pemikiran
A.    Mediasi Orangtua (Parental Mediation)
Pengertian orangtua secara luas adalah orangtua yang mencakup ibu atau ayah, orangtua tiri, orangtua angkat, kakek nenek. Parenting disini maksudnya orangtua tunggal maupun berpasangan. Mediasi sebagai interaksi dengan anak mengenai televisi. Mediasi orangtua adalah semua kegiatan interaksi orangtua dengan anak mengenai televise. Mediasi orangtua menurut Amy Nathanson yaitu;
1.      Mediasi aktif, terdiri dari aktif negative (percakapan dalam konteks negatif), arti positif yaitu orangtua memberikan komentar positif mengenai apa yang ditonton anak ditelevisi. Aktif netral melibatkan penyediaan informasi atau intruksi bagi anak mengenai isi televise.
2.      Mediasi restriktif, peraturan yang ditentukan orangtua mengenai pola anak menonton.
3.      Coviewing, orangtua dan anak bersama menyaksikan acara televise.
B.     Pendidikan Formal
Menurut Australian National Training Authority (ANTA), pendidikan terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, pendidikan formal merupakan pelatihan dari institusi pendidikan seperti sekolah. Kedua, pendidikan informal yaitu pendidikan ini diperoleh dari pengalaman, membaca, dan interaksi sosial. Ketiga, pendidikan nonformal yaitu pendidikan terorganisasi dan pelatihan diluar sistem pendidikan formal.
C.     Melek Media (Media Literacy)
Melek media adalah kemampuan mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan media dalam berbagai bentuk. Menurut Silverblatt, melek media menekankan diri pada beberapa elemen sebagai berikut:
1.      Media telah membentuk cara kita berpikir akan ‘kita’ satu sama lain, dan dunia kita.
2.      Melek media memberikan pemahaman terhadap proses komunikasi massa melibatkan produksi, transmisi, dan konteks interprestasinya.
3.      Pengembangan strategi untuk menganalisis dan mendiskusikan pesan media.
4.      Kesadaran isi media, bahwa film, iklan, kuis, dan komedi situasi membentuk perilaku, nilai, sikap, pola piker, dan mitos yang membentuk budaya.
5.      Presentasi media yang baik dapat memberikan banyak manfaat bagi khalayak.
D.    Sikap Orangtua Terhadap Televisi
Beberapa sarjana menganggap sikap terdiri dari komponen kognitif, afektif, dan behavioral. Sebuah penelitian di China bahwa para orang tua di China memiliki sikap yang negative terhadap iklan. Sikap negative mereka ini mengarah ke mediasi restriktif dengan melarang anak-anak menonton acara seksual dan kekerasan, membimbing mereka untuk menonton acara yang mendidik.

2.      Metodologi
A.    Pendekatan
Pendekatan penelitian kuantitatif, bertujuan menentukan hubungan antara satu hal dengan hal lain dalam bentuk angka dari sebuah populasi.
B.     Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi yang akan diteliti adalah orangtua yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, mempunyai anak berusia 6-8 tahun, mempunyai pesawat TV dan menonton acaranya.
Operasional Konsep
a)      Pendidikan formal, indikatornya yaitu lulus SD, lulus SMP, lulus SMA, lulus D1-D3, lulus S1-S2, dan lulus S3.
b)      Melek media, indikatornya yaitu memahami dampak media massa; memahami proses komunikasi massa; mampu menganalisis pesan media; menyadari bahwa televise berkontribusi pada budaya kontemporer; dan menyadari bahwa TV bisa dimanfaatkan.
c)      Sikap orangtua terhadap TV, kategorinya yaitu kognisi, afeksi, dan konasi.
d)     Pilihan jenis mediasi orangtua kategorinya yaitu mediasi resteriktif dan mediasi non resteriktif; mediasi aktif dan mediasi non restriktif.

3.      Metode pengumpulan Data
Penelitian mengumpulkan data dengan metode survey dengan cara responden diminta mengisi sendiri kuesioner sehingga bebas mengekspresikan pendapat tanpa takut diketahui orang lain.
A.    Metode Analisis Data
·         Analisis Univariat
Menggambarkan hasil penelitian yang berkaitan dengan bagaimana tingkat pendidikan formal, tingkat melek media, dan sikap orangtua terhadap televise mempengaruhi pilihan jenis mediasi orangtua.
·         Reliabilitas dan Validitas
Untuk uji validitas menggunakan analisis faktor. Analisis faktor memiliki dua fungsi yaitu eksplorasi dan eksplanasi. Fungsi pertama bertujuan mengetahui apakah variabel independen berpengaruh terhadap variable dependen. Fungsi kedua untuk melihat seberapa kuat variabel independen berpengaruh kepada variabel dependen.

B.     Manova dan Regresi sederhana
Tujuan manova yakni mengetahui apakah ada perbedaan yang nyata pada variabel-variabel dependen antaranggota variabel independen. Setelah uji manova, uji regresi metode yang digunakan adalah analisis multivariate simple regression yaitu analisis multivariat yang menganalisis satu atau dua variabel secara bersamaan bertujuan melihat variabel independen mana yang paling besar pengaruhnya terhadap variabel dependen.

C.     Pengaruh Tingkat pendidikan Formal Orangtua Terhadap Kemungkinannya Memilih Jenis Mediasi Tertentu.
Ternyata tingkat pendidikan formal orangtua tidak berpengaruh terhadap kemungkinan orangtua memilih jenis mediasi tertentu. Hasil penelitian dari Valkenburg mengusulkan bahwa tingkat pendidikan orangtua berpengaruh terhadap pilihan mediasi yakni, mediasi coviewing. Penelitian Chan dan McNeal membuktikan bahwa orangtua dengan tingkat pendidikan tinggi lebih jarang menonton televisi bersama anak dan lebih jarang pula melakukan mediasi atas isis televisi. Orangtua tingkat pendidikan tinggi berpikir bahwa mereka bisa mempengaruhi perilaku anak terhadap televisi lebih besar disbanding orangtua dengan latarbelakang lain. Peneliti Patti Valkenburg menyatakan bahwa mediasi aktif dilakukan oleh orangtua, maka penelitian ini membuktikan bahwa pilihan jenis mediasi orangtua tidak ditentukan. Pendidikan formal orangtua tidak mempengaruhi jenis mediasinya karena faktor baru yaitu lamanya orangtua bekerja atau profesi orangtua, yang barangkali turut mempengaruhi pilihan mediasi akibat tidak bisa di rumah untuk memediasi televisi.
D.    Pengaruh Tingkat Melek Media Orangtua terhadap Kemungkinannya Memilih Jenis Mediasi Tertentu
 Menurut Stephen Kline dan Nathanson tindakan orangtua yang kritis dan tahu kapan harus berkomentar positif dan kapan berkomentar negative ketika menonton bersama anaknya termasuk kategori mediasi aktif. Semakin rendah tingkat melek media orangtua, maka semakin tinggi kemungkinan memilih jenis mediasi coviewing.
E.     Pengaruh Sikap Orangtua Terhadap Kemungkinannya Memilih Jenis Mediasi Tertentu.
Temuan membuktikan bahwa semakin positif sikap orangtua terhadap televisi, maka semakin tinggi kemungkinannya memilih mediasi aktif. Analisis penulis menyatakan bahwa sikap positif orangtua terhadap televisi yang membuat orangtua butuh menyuarakan pendapat mereka jika berhubungan dengan pujian, dukungan, komentar positif. Seharusnya orangtua yang memiliki sikap negatiflah yang paling besar berkemungkinan memediasi efek televise. Tapi orangtua Jabotabek hanya menggunakan mediasi jika mereka bersikap positif terhadap televisi. Warren memasukkan tiga variabel, yaitu karakteristik demografis orangtua, sikap orangtua terhadap televisi, dan frekuensi orangtua menonton televisi. Tingkat pendidikan formal orangtua, tingkat melek, media orangtua, dan sikap oangtua terhadap televisi, sikap orangtua terhadap televisilah yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap mediasi orangtua, yaitu jenis aktif.
F.      Kesimpulan
A.    Pengaruh Tingkat Pendidikan Formal Orangtua terhadap Pilihan Jenis Mediasi
Dari hasil penelitian in bahwa tingkat pendidikan formal orangtua tidak mempengaruhi jenis mediasi mereka.
B.     Pengaruh Tingkat Melek Media Orangtua Terhadap Pilihan Jenis Mediasi
Tingkat melek media orangtua mempengaruhi pilihan mediasi mereka, hanya saja bukan mediasi aktif, tapi mediasi coviewing. Semakin rendah tingkat melek media orangtua, semakin tinggi kemungkinannya memilih mediasi coviewing.
C.     Pengaruh Sikap Orangtua terhadap Televisi Pilihan Jenis Mediasi
Sikap orangtua terhadap televisi mempengaruhi kemungkinan mereka memilih mediasi aktif.
Analisis Jurnal
            Komunikasi massa adalah komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan melalui media cetak (suratkabar), media elektronik (televisi dan radio), dan media baru. Dalam sebuah penelitian pusat kajian komunikasi Universitas Indonesia program acara pesan yang disampaikan di acara televisi mengandung beberapa unsur yaitu : unsur kekerasan, unsur sex, unsur budaya, unsur pendidikan, unsur motivasi, unsur inspirasi, unsur jender, unsure stereotip, unsur moral, dan unsur tone positif. Sebesar 37,50% dan 11,30% jumlah keseluruhan dari program acara di 10 Stasiun Televisi Swasta Nasiona mengandung unsur kekerasan dan seks.
            Beberapa acara kartun seperti Tom and Jerry dan Naruto mengandung unsur kekerasan dan seks untuk acara kartun Sinchan. Acara anak-anak perlu dipilah oleh orangtua. Dalam hal ini untuk pemilik produksi stasiun diharapkan bahwa setiap acara anak-anak iklan yang ditampilkan adalah iklan anak-anak bukan iklan kecantikan untuk orang dewasa. Hal ini perlu mengingat anak-anak yang menonton televisi sedikit banyak akan terpengaruh terhadap apa yang disajikan televisi tersebut.
            Adanya komunikasi persuasif (pendekatan) antara oranguta dan anak. Orangtua juga harus teliti dan mendampingi ketika anak-anak mereka menonton televisi. Anak yang menonton televisi maka akan bersikap reseptif yaitu mencoba mengerti dan belajar dari suara dan situasi yang ia lihat dan dialaminya termasuk dalam program acara. Orangtua bisa bertindak dengan pendekatana psikologi komunikasi kognitif yakni bagaimana individu memperoleh, menyimpan dan mengolah informasi yang akan menghasilkan  perilaku dan tindakan.
Orangtua bertindak langsung terhadap tim kreatif, sutradara dan produser dan memutuskan acara apa yang cocok untuk perkembangan anak baik dalam hal kognitif, afeksi dan konasinya. Pelatihan orangutan terhadap program acara anak juga penting demi kepentingan generasi masa depan anak. Anak yang sering melihat acara dewasa seperti sinetron remaja, lagu dewasa, dan tindakan kekerasan yang dilakukan acara komedi dan kartun akan berpengaruh pada konasi anak.televisi berdampak besar dalam hal meniru. Program acara anak bisa juga mengandung karakteristik komuniaksi Islam yaitu qaulan sadida, baligha, ma’rufa, karima,d an layina.
Televisi juga memiliki faktor sosiopsikologis yang mengatur tingkah laku manusia dalam halam kognitif, afeksi, dan konatif. Setiap acara yang ditonton masing-masing anak akan menimbulkan persepsi berbeda terhadap alur cerita dan pesan yang disajikan. Namun, perlu diperhatikan dalam hal sifat aktor di industri media yaitu costliness, complexity, dan competitiveness. Industri media pada kenyataannya memang lebih mengedepankan hal komersil dan bisnis, ketika acara tersebut banyak ditonton dan rating tinggi maka pemasok iklan juga banyak. Hal ini tentunya tanpa memperhatikan apakah acara tersebut mengandung unsur negatif atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar