Entri Populer

Rabu, 07 Desember 2011

Tugas Pusat Kajian Liqa’ Allah dan Brosur



Pokok-pokok isi brosur: 
  Kebanyakan manusia memang tidak benar-benar mengetahui Allah dan tidak benar-benar mengenal Allah. Namun, mereka tidak tahu bahwa Allah selalu dekat bersamanya, mencintainya, memberi rezeki, petunjuk, pertolongan, dan perlindungan.
2.      Manusia bisa lupa dan terjerumus kedalam kehancuran. Oleh Sebab itu, harus ada upaya untuk menyadarkan manusia agar ia terhindar dari kesesatan dna kehancuran.
3.      Manusia mempunyai keterbatasan, kekurangan dan kelemahan, terutama jika menghadapi masalah yang berat dan sulit. Oleh sebab itu, untuk menguasai dan memecahkannya diperlukan usaha yang serius dan terencana.
4.      Manusia itu bisa dikalahkan oleh musuhnya yang berbahaya, yaitu nafsu dan setan. Oleh karena itu, harus ada kerja keras dan sungguh-sungguh agar manusia bisa mengalahkan, menguasai, mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsunya.
5.      Rasulullah bersabda:” Manusia itu sesungguhnya tertidur, apabila mati barulah mereka terbangun”. Oleh sebab itu, manusia harus dibangunkan dari tidurnya agar ia bisa menyaksikan kenyataan yang sebenarnya.
6.      Pada kenyataannya, hubungan manusia dengan alam tidak pernah terpisah dengan kekuatan Allah. Dan manusia menyadari bahwa antara manusia dan alam memiliki ketergantungan secara total dengan kekuatan Allah, pertolongan Allah, dna perlindungan Allah.
7.      Kekuatan Allah tidak terbatas dan terbagi, jadi alam semesta dan segala isinya itu merupakan penampakan kehendak, pengetahuan, dan kekuatan Allah. Allah hadir dengan menampakkan diri-Nya melalui ciptaan-Nya yaitu alam semesta ddan segala isinya.
8.      Allah mengirim para Malaikat, Kitab Suci para Rasul dan Nabi-Nya, agar mansuia bisa mengetahui, mengenal, dekat, bertemu Allah, dan mencintai, dicintai, dan menjadi kekasih Allah.
9.      Sungguh arogan jika manusia tidak mau tahu, kenal, dekat, bertemu Allah, mencintai, dicintai, dan menjadi kekasih Allah. Oleh sebab itu, merupakan keharusan mutlak dan niscata bagi kita semua dengan berta’awun(tolong-menolong) dan bertausiah (saling menasehati) agar kita bisa mengenal Allah, bisa merasakan kedekatan dan kebersamaan Allah.
10.  Untuk bisa menjalin hubungan pribadi dengan Allah dengan cara bertauhid, yaitu:
·         Tauhid Uluhiyah, yaitu memahami, meyakini, dna merasakan bahwa Allah satu-satunya Tuhan yang sebenarnya.
·         Tauhid Rububiyah, yaitu memahami, meyakini, menyadari, merasakan bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemilik, Penguasa, Pengatur, Penjaga, dan Pemeliharaan alam semesta dan segala isinya.
·         Tauhid Ubudiyah, yaitu menerima dan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya yang paling berhak disembah.
11.  Tujuan diadakannya Liqa’ Allah salah satunya adalah agar kita bisa mengetahui, mengenal dekat dan menghubungkan diri serta berkomunikasi dengan Allah.
12.  Liqa’ allah tentu bisa dirasakan oleh para Rasul, Nabi, Wali, Sufi dan orang-orag tertentu saja dan orang awam yang pengetahuannya tentang agama masih sedikit, harus dibimbing dengan sungguh-sungguh agar benar-benar bisa menjadi orang yang bermanfaat terutama untuk kegiatan Pusat Kajian Liqa’ Allah ini.

Usul/ Saran:
1.      Wujud Allah itu nyata. Namun, kebanyakan manusia menganggap wujud Allah tidka nyata, sehingga mereka beranggapan bahwa wujud Allah tidka bisa diketahui, tidak bisa dikenal, tidak bisa didekati, tidak bisa dilihat, tidka bisa ditemui, tidka bisa diajak bicara, tidak bisa dihubungi. Akibatnya, manusia mudah melupakan Allah.
2.      Pada kerangka acuan, bagian VI. Target, terdapat kata filosofi, sutisfisik, maupun teologis. Masyarakat umum tentu belum sepenuhnya paham dengan maksud dari kata-kata tersebut. Oleh sebab itu, perlu adanya bahasa yang ringan agar masyarakat lebih mudah memahami dan tahu apa yang harus dilakukannya kepada Tuhannya.
3.      Pada kerangka acuan, bagian X. Anggaran Biaya, seharusnya sudah tersusun beberapa rancangan keuangan dari jenis kegiatannya agar masyarakat tahu bahwa Pusat Kajian Liqa’ Allah ini benar-bear tersusun, terencana, dan terpogram dengan baik.
4.      Pertemuan Pusat Kajian Liqa’ Allah kalau bisa dua kali dalam sebulan, bisa diminggu pertama dan diminggu ketiga selama 3 jam. Dengan begitu, orang-orang masih bisa mengulang teori dna tidak melupakan teori yang sudha diberikan pada minggu pertama.
5.      Pusat Kajian Liqa’ Allah juga harus memberikan solusi bagaimana menghadapi masalah di duniawi yang semakin berkembang pesat oleh ilmu dan teknologinya, agar manusia tidak merasa arogan terhadap ilmu yang didapatnya didunia dan masih tetap berpegang teguh pada Allah.

Kesimpulan:
1.      Program Pendalaman Pemahaman dan Peningkatan Pengalaman Keagamaan (P5K) adalah usaha untuk mengenalkan, mendekatkan, dan mempertemukan manusia dengan Allah, agar manusia bisa mencintai Allah, dicintai Allah, dan menjadi kekaish Allah.
2.      Pengetahuan tentang hakekat Allah bisa menjadi rambu-rambu, pegangan, dan pedoman untuk bisa mengenal Allah, dekat dengan Allah, bertemu Allah, dan agar kita tidak keliru dengan yang selain Allah.
3.      Allah selalu dekat dengan kita (QS. 2:186). Allah selalu bersama kita di mana pun kita berada (QS. 57:4). Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi milik Allah dan disediakan untuk kita. Dan segala hal bisa terwujud dengan pertolongan dan kuasa Allah, kecuali yang bertentangan dengan hukum dna kehendak-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar